Tuesday, November 22, 2011

Hamil berkat sedekah

Bak palu godam menghujam dada, saat dokter ahli kandungan memvonis Chamelia tak bakal punya anak. Tak terbayangkan dukanya, bagaimana Chamelia dan suami Mart Andreyas Supeno, jadi pasutri tanpa anak. Selama dua tahun, sejak menikah pada 2006, segala macam usaha medis dan nonmedis agar Chamelia bisa hamil, tak jua berbuah hasil. Malah ujungnya divonis, mandul. Duh!
Chamelia sempat down. Untungnya, suami selalu menghibur dan mengajak untuk selalu bersabar. “Anak itu milik Allah, kalau Allah menghendaki menitipkan anak pada kita, tidak ada yang bisa menghalangi. Yang penting kita terus berikhtiar,” hibur Mart, pria kelahiran 30 Maret 1978.
Walau sedikit menghibur, tak ayal kegundahan terus menggelayut. Bayangkan, seumur hidup tanpa anak kandung…Walau ada yang menyarankan untuk melakukan inseminasi buatan, atau bayi tabung, sama sekali tak mengusik kenikmatan bayangan punya bayi kandung yang lahir secara normal seperti perempuan lainnya.
Saat hati sedang tidak karuan itulah, seorang teman memberi saran supaya melakukan konseling ke Wisata Hati milik Ustadz Yusuf Mansur, yang cabangnya ada di Masjid Agung Jawa Tengah. Chamelia pun bergegas ke kantor perwakilan Wisata Hati Semarang. Disana perempuan kelahiran Tegal, 13 Maret 1978, bertemu ustadz Saefudin.
Oleh ustadz Saefudin, Chamelia dan suaminya, disarankan untuk melakukan amalan
sholat taubat 6 rakaat sebelum tidur,
membaca istighfar sampai tidur,
sholat tahajud 6 rakaat,
kemudian kami tambah sholat hajat,
sholat dhuha 6 rakaat,
dan kami disarankan untuk melakukan sedekah sebanyak – banyaknya dan dibagi dibeberapa tempat.
“Semua harus kami amalkan dengan istiqomah dan ikhlas, hanya ridho dan kasih sayang Allah yang kami harapkan. Karena kami yakin bahwa Allah Maha Berkehendak dan memiliki segalanya. Kami pasrah anak yang punya Allah, jadi kami hanya meminta dengan Allah saja itu yang kami pikir saat itu,” tutur Chamelia.
Adalah kehendak Allah subhanahu wa ta’ala juga saat Chamelia ditakdirkan bertemu dengan ustadz sedekah, Ustadz Yusuf Mansur, di bulan Januari, tahun 2008. Saat itu ustadz Yusuf Mansur diundang ceramah di Masjid Baiturrahman, Semarang. Saat itu kepada para jamaah masjid ustadz Yusuf menghimbau supaya jangan ragu-ragu menguras isi dompet untuk tujuan sedekah” Sedekahkan seluruh isi dompet kalian.”

Kesempatan bertemu ustadz Yusuf tak disia-siakan oleh sepasang suami istri yang sedang dirundung duka itu. Kepada ustadz Yusuf, Chamelia memohon agar beliau mendoakan agar Allah segera memberikan kepada mereka anak. Ustadz Yusuf pun mendoakan mereka. “Yang penting ente-ente semua, jangan lupa bersedekah,” ujar ustadz Yusuf dengan gaya betawinya yang khas.
Chamelia dan suaminya pun, tanpa ragu menguras isi dompetnya. Yang tersisa hanya uang Rp 10.000, sekedar untuk jaga-jaga kalau tiba-tiba sepeda roda dua milik mereka, habis bensin atau ban bocor. Siapa sangka, semenjak peristiwa yang menguras air mata mereka itu, segala jalan cita dilempangkan. Masih di tahun 2008, tepatnya bulan Maret, Chamelia dinyatakan positif hamil. “Alhamdulillah, kebahagiaan kami tak terkira,” ujar Chamelia, yang diamini suaminya, Mart.
Neysha Fiedella Syabil, anak yang sudah ditunggu-tunggu itu, pun lahir pada 30 Nopember 2008. Duh, subhanallah, bahagianya.
Balasan dari Allah, jauh sebelumnya, juga sudah diberikan, yakni pada tahun 2007, beberapa bulan setelah saran ustadz Saefudin dilaksanakan oleh pasangan suami istri itu. Balasan itu berupa kemampuan membeli tanah, dengan harga di bawah standar. Lalu pada awal 2008, Mart dan istrinya mulai sedikit demi sedikit membangun rumah. Saat kami sedang membangun pondasi rumah itulah, Chamelia dinyatakan hamil.
Bahkan, ketika pada masa kehamilan ada gejala akan ada masalah, kami sikapi dengan cepat-cepat bersedekah. Kelahiran pun akhirnya berjalan normal.
“Sampai sekarangpun kami masih belum percaya kami bisa membangun rumah sampai Rp 300juta, anak kami lahir sehat. Sekarang kami jadi ketagihan buat sedekah karena apa yang kami beri dibalas Allah SWT berlipat ganda diluar perkiraan kami,” tutur Chamelia tanpa bermaksud ria, tapi sekedar mengabarkan betapa besar nikmat Allah, yang bisa diberikan kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

sumber text: www.asytar.com

Berkat sedekah bisa umroh sekeluarga

Sedekah memang dapat mendatangkan rejeki yang berlipat-lipat. Seperti yang dialami Johanis Suhaili beberapa tahun lalu. Ia bisa melihat Kakbah dalam umroh bersama keluarga. Berikut kisahnya.

‘’Alhamdulillah, akhirnya kesampaian juga umroh bersama sekeluarga,’’ tutur Johanis Suhaeli, yang berangkat umroh bersama 8 anggota keluarganya pada 4 Juli 2009. Tak hanya itu, ia juga sangat berbahagia bisa umroh bareng Ustadz Yusuf Mansur. Ini sungguh kesempatan langka.

Pekerja di bidang kontraktor ini mengakui, dua momentum itu sudah lama dirindukannya. Dan dia memang berjuang keras untuk dapat meraihnya. Riyadhoh adalah cara manjur yang diperolehnya dari Ustadz Yusuf Mansur. Yakni sedekah dan peningkatan amal ibadah lainnya.

‘’Waktu itu, saya baru punya uang beberapa puluh juta rupiah. Padahal, biaya umroh 8 orang sekitar Rp 175 juta. Tapi dengan ilmu sedekah, saya yakin saya akan bisa memenuhinya,’’ tutur bapak empat anak ini.

Digenjotnya lah sedekah dan ibadah dia sekeluarga. Bahkan Johanis mematok target, dalam jangka sekian bulan ke depan dia harus mengelurkan sedekah sebesar Rp 40 juta. Angka ini merupakan 10% dari nilai jual sebuah apartemen miliknya yang ingin dilepas.

Alhamdulillah, baru bersedekah sampai Rp 10 juta, apartemen itu laku. Dari situlah Johanis mampu melunasi sekaligus biaya umroh sekeluarga.

Itulah pembuktian kesekian kalinya kedahsyatan sedekah. Johanis menuturkan, ia dan istri dapat menunaikan ibadah haji pada tahun 2005, juga lantaran kekuatan sedekah. Tanpa sedekah, katanya, ‘’waktu itu naik haji kayaknya mustahil buat saya. Tidak cukup uangnya, hingga kemudian mendapat rizqon min haitsu laa yahtasib.’’

Suami dari Sekar Budi Kedasih ini juga yakin, ia dan istri dikaruniai empat anak berselang-seling putri-putra-putri-putra, dengan jarak usia ideal, lantaran sedekah. ‘’Setiap istri hamil, kami selalu bersedekah khusus untuk meminta kepada Allah mengenai jenis kelamin dan kesehatan anak kami. Alhamdulillah selalu terkabul,’’ terang Johanis.

Semua pengalaman tadi membuatnya ‘’gila sedekah’’. Seperti belum lama berselang, warga Magelang ini enteng saja menyedekahkan sebuah mobil melalui PPPA Daarul Qur’an. Hajatnya adalah, ingin diberi kemampuan agar dapat umroh setiap tahun.

Baginya, menjadi tamu Allah merupakan kehormatan besar dan berdampak besar pula bagi perbaikan kualitas kehidupan sekeluarga. Misalnya, keluarganya kini sudah berbudaya sedekah. Termasuk anaknya yang masih terbilang belia. Si kecil tak segan-segan mengingatkan orangtuanya bila lupa seharian belum bersedekah.

sumber text: aminarekasurabaya.wordpress.com

Hadis Rasullulah tentang pahala sesudah mati

sabda Rasulullah S.A.W.:
"Apabila mati seseorang anak adam, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; iaitu sedekah yang berterusan pahalanya, ilmu yang dimanfaatkan dan anak soleh yang mendoakan untuknya."

- [Riwayat Bukhari dan Muslim]

Sikap Bakhil Nafi Kesempurnaan Iman

SETIAP orang berasakan dirinya tidak bakhil, walaupun pada pandangan dan ukuran orang lain dia sebenarnya bersifat demikian, sehingga lupa untuk berzakat, bersedekah, memberikan belanja pada keluarga dan ibu bapa.

Malah, dia mengatakan dirinya bukan seorang yang kikir, tetapi cuma berhemat. Justeru, dia menyedekahkan pakaian yang lusuh kepada orang lain dan cukup berkira untuk berbelanja, khususnya kepada orang sekelilingnya.

Tetapi suka atau tidak, mereka yang tidak menunaikan tanggungjawab seperti di atas atau masih menunaikannya, namun dengan rasa berat hati seperti contoh terbabit sebenarnya tergolong dalam golongan yang bakhil.

Sifat bakhil sangat merugikan dan antara keburukannya ialah:

Dibenci Allah. Kebencian Allah adalah sebab kepada kesempitan dan kesusahan.

Sifat bakhil bukan sifat mukmin dan menafikan kesempurnaan iman.

Menampilkan suatu kebodohan. Tabiat manusia berasa benci dan jijik kepada orang bakhil dan kikir. Ini adalah bukti semula jadi kejinya sifat bakhil. Oleh itu, orang yang sanggup bersifat bakhil adalah suatu kebodohan.

Orang bakhil dibenci dan dikeji manusia, terutama di kalangan ahli ilmu dan mereka yang berakhlak mulia. Bahkan orang bakhil juga tidak disukai di kalangan mereka sendiri.

Dengan memerhatikan keadaan dan kehidupan orang bakhil, dapat disimpulkan yang sifat itu tiada kebaikannya. Cuma yang ada hanya keburukan, kedukaan dan kesusahan yang mengakhiri hidupnya.

Orang tua-tua mengungkapkan: "Kikir itu pada hakikatnya adalah fakir sekalipun banyak harta simpanannya dan pemurah itu pada hakikatnya kaya walaupun ia tidak berpunya."

Orang bakhil menjadi bahan cemuhan sewaktu hidupnya, bahkan selepas kematiannya. Harta yang disimpan tanpa dibelanjakan itu akan ditinggalkan. Sehinggakan mereka yang berhak mendapatnya tidak akan memujinya, tetapi akan menyumpah dan mencemuhnya. Malangnya nasib orang bakhil, di dunia dicela, di akhirat diseksa.

Orang bakhil biasanya akan sedar mengenai akibat buruk dan kebodohannya, bahkan kerugiannya apabila ajalnya hampir.

Pada waktu itu, dia cuba menebus kebodohannya yang lalu dengan mewasiatkan harta ditinggalkan untuk derma amal kebajikan. Tetapi mungkin ahli keluarganya tidak akan mengendahkannya.

Orang bakhil akan diseksa di akhirat, iaitu dengan dikalungi lehernya semua barang yang dia kikir. Dahinya dan belakangnya akan dibakar dengan emas dan perak yang disimpan tanpa dikeluarkan pada jalan Allah.

Sifat bakhil kerana takutkan kefakiran dan kemiskinan adalah tipu daya syaitan yang menjanjikan kekayaan, sedangkan pada hakikatnya bakhil itu adalah kemiskinan.

sumber text: virtualfriends.net

Kikir dan Sombong

Orang kikir dan sombong akan mendapat kesulitan dari Allah.
“Adapun orang yang kikir dan merasa dirinya kaya dan mendustakan kebaikan, maka Kami mudahkan dia menunju kesulitan.” [Al-Lail 8-10]
sebaliknya orang yang dermawan dirahmati Allah
“Maka barangsiapa memberikan hartanya di jalan Allah dan bertaqwa,dan membenarkan adanya pahala terbaik yaitu surga maka akan Kami mudahkan baginya jalan menuju kemudahan.” [Al-Lail 5-7]
Allah telah mengatur bahwasanya orang yang mau memberikan harta yang dicintainya akan mendapat kebaikan yang sempurna,sedang orang yang merasa kaya dan susah memberi pada kerabat/sesama/anak yatim/fakir miskin,maka Allah mudahkan dia mendapat kesengsaraan.
Nah jika Allah telah berfirman demikian,betapa ruginya jika kita masih tidak memahaminya.Alhasil,kesulitan demi kesulitan akan terus menyertai hidup kita di bukan hanya dunia tetapi juga akherat.Boleh jadi gaji besar,tapi jika Allah berikan penyakit dalam diri kita,bukankah sebesar apa gaji tsb akan habis untuk berobat? atau bisa saja Allah memberikan masalah sehingga mengurus tabungan kita.Lantas dimana nilai gaji besar tsb? Boleh jadi rumah yang kita tempati megah,mobil mewah berjajar di garasi,namun jika Allah tidak memberikan ketentraman dalam hati pemiliknya,bisakah ia tidur nyenyak? tanpa merasa takut kehilangan hartanya? Harta yang banyak jika tidak dibarengi dengan zakat dan sedekah yang imbang maka tidak akan mendatangkan barokah bagi pemiliknya.
Ingatlah,Allah pasti memberi rezeki bagi setiap makhluk di dunia dan menjamin atas hidupnya. Akan tetapi ketika harta yang dititipkan Allah tsb malah membelenggu kita dalam kekikiran,maka kerumitan hidup telah berjajar di depan siap memeluk kita.
Hitam dan Putih telah ditunjukkan oleh Al-Quran,tinggal kita memilih..
Smoga kita smua disadarkan setiap saat bahwa harta yang kita banggakan, jika sewaktu-waktu Allah mengambilnya,kita tidak akan kuasa menahannya.. setelah itu kita tidak akan memiliki apa-apa,kecuali penyesalan karena tidak pernah mensedekahkannya.

Sumber text: majelisdzikirattauhid.wordpress.com

Buruknya Sifat Bakhil

1. Orang bakhil menyembah harta benda lebih banyak daripada menyembah Allah, Cintakan pada harta lebih banyak daripada cinta pada diri sendiri dan benci kepada kebaikan lebih banyak daripada benci kepada sakit dan dukacita. Oleh itu lihatlah apakah harga manusia jenis ini?

2. Harta merupakan jalan kepada kebaikan dan untuk hidup di kalangan manusia dengan diberi penghormatan dan kemuliaan apabila bijak menggunakannya sedangkan orang bakhil melihat kepada harta sebagai matlamat hidup sehingga tidak menghiraukan penghinaan dan kebencian manusia lain di atas sikap bakhilnya. Orang bakhil seperti manusia yang mati sebelum kematian sebenar dan menanam diri sendiri sebelum ditanam oleh manusia lain

3. Orang bakhil terlalu mengingati diri sendiri dan lupa kepada Allah serta terlalu bimbang terhadap kefakiran berbanding kematian. Orang bakhil terlalu takut kepada kefakiran berbanding siksaan dan pembalasan Allah

4. Seburuk-buruk jenis kebakhilan ialah sikap bakhil yang ada pada pemimpin atau ketua rakyat melainkan dia bakhil dalam menguruskan harta negara kerana yang demikian itu bertujuan menjaga amanah yang sememangnya disuruh oleh Allah dan rasulNya.

Sumber text: epondok.wordpress.com

TANDA-TANDA BAHAGIA DAN SENGSARA

TANDA-TANDA BAHAGIA

1. Menjauhkan diri daripada urusan dunia dan senang kepada urusan akhirat

2. Himmahnya(kemahuan) kuat terhadap ibadah dan membaca al-quran

3. Sedikit kata terhadap apa yang tidak diperlukan

4. Sangat memelihara sembahyang fardhu yang lima

5. Menjaga diri daripada yang haram dan syubhat, sedikit mahu pun banyak

6. Bersahabat dengan golongan yang soleh dan baik

7. Bersifat merendah diri

8. Bersifat dermawan yang ikhlas

9. Belas kasihan terhadap makhluk-makhluk allah yang lain

10. Bermanfaat kepada orang lain

11. Selalu ingat mati dan bersiap sedia menghadapinya


TANDA-TANDA SENGSARA


1. Rakus terhadap harta dunia

2. Kemahuan kuat terhadap nafsu syahwat dan kelazatan dunia

3. Kotor dalam perkataannya serta banyak ghibah (menceritakan cela orang lain)

4. Meringan-ringankan sembahyang fardhu yang lima
5. Berkawan dengan golongan yang fasik (derhaka)

6. Buruk perangainya

7. Sombong lagi membangga diri

8. Enggan memberi kebaikan kepada orang lain

9. Sedikit kasih sayang terhadap orang yang beriman

10. Bersifat kedekut

11. Lupa terhadap mati

Sumber text: badandakwahsmktunjb.blogspot.com